Unstore
Keyboard Pemindai Barcode & QR icon

Keyboard Pemindai Barcode & QR

Nikola Antonov

Versi
11.0.2
Ukuran
50.2 MB
Lisensi
Gratis
Diperbarui
May 22, 2026

Screenshots

Tentang Keyboard Pemindai Barcode & QR

Ubah ponsel Android Anda menjadi keyboard pemindai barcode dan kode QR profesional yang bekerja tanpa hambatan di dalam aplikasi apa pun. Keyboard Pemindai Barcode & QR menghilangkan kebutuhan akan perangkat keras genggam yang mahal—pindai langsung ke ERP Anda, spreadsheet, formulir browser, sistem manajemen gudang, atau aplikasi apa pun yang menerima input teks. Cukup aktifkan keyboard, ketuk bidang, dan pindai. Data muncul secara instan, persis seperti jika Anda mengetiknya secara manual.

Dipercaya oleh lebih dari 50.000 pengguna dan 500+ bisnis di seluruh dunia, aplikasi ini memberikan pemindaian tingkat perusahaan dengan biaya yang jauh lebih rendah dari pemindai tradisional. Di mana perangkat Zebra atau Honeywell membutuhkan £250–£700 per unit ditambah pemeliharaan berkelanjutan, Anda memanfaatkan ponsel yang sudah ada di saku Anda—tidak ada perangkat keras untuk dibeli, diganti, atau dikelola.

KEMAMPUAN UTAMA

Pindai semua format barcode standar dengan akurasi secepat kilat: kode 1D termasuk EAN-13, EAN-8, UPC-A, UPC-E, Code-39, Code-93, Code-128, ITF, dan Codabar; kode 2D termasuk QR Code, Data Matrix, PDF-417, dan AZTEC. Pemindaian batch memungkinkan Anda menangkap beberapa barcode secara berurutan dengan cepat untuk entri data massal dan akuisisi inventaris. Fitur canggih seperti pemangkasan barcode menghilangkan karakter yang tidak diinginkan, pemindaian otomatis dengan pemicu kata kunci mengotomatiskan alur kerja yang berulang, dan mode kecepatan menangani pemindaian berturut-turut tanpa gesekan. Lampu senter bawaan mendukung pemindaian di gudang yang redup dan lingkungan lapangan.

BEKERJA DI MANA SAJA, TIDAK PERLU INTEGRASI

Karena ini adalah keyboard—bukan aplikasi mandiri—ini terintegrasi secara instan dengan SAP Business One, Oracle WMS, Microsoft Dynamics, Odoo, Chrome, Firefox, Excel, Google Sheets, dan ribuan sistem pihak ketiga dan warisan. Pindai langsung ke spreadsheet, bidang ERP, formulir browser, atau aplikasi web kustom tanpa pengkodean, modifikasi perangkat lunak, atau pengaturan khusus. Sempurna untuk lingkungan di mana integrasi bukan pilihan.

OFFLINE & AMAN

Seluruh mesin pemindaian berjalan di perangkat. Tidak diperlukan koneksi internet—ideal untuk gudang, lokasi lapangan terpencil, dan lingkungan jaringan terbatas. Semua data barcode diproses secara lokal di ponsel Anda; tidak ada yang disimpan di server kami. Kepatuhan GDPR penuh memastikan data Anda tetap milik Anda.

FITUR ENTERPRISE

Kirim data yang dipindai langsung ke backend Anda melalui REST API. Konfigurasikan URL kustom, pilih permintaan POST atau GET, tambahkan header otentikasi, dan dorong data barcode ke sistem ERP, WMS, CRM, atau sistem kustom Anda secara real time. Sebarkan di perangkat tak terbatas dengan lisensi seluruh perusahaan. Build bermerek kustom dengan logo dan warna Anda tersedia. Bekerja tanpa hambatan dengan penyebaran perangkat terkelola (EMM/MDM).

IDEAL UNTUK OPERASI GUDANG, MANAJEMEN INVENTARIS, LAYANAN LAPANGAN, POS RITEL, LOGISTIK, DAN AKUISISI DATA.

Versi gratis dengan fungsionalitas pemindaian penuh tersedia; paket berbayar menawarkan lisensi per perangkat atau langganan tim tak terbatas. Unduh Keyboard Pemindai Barcode & QR hari ini dan mulai memindai dalam waktu kurang dari 2 menit. Garansi uang kembali 30 hari untuk semua paket berbayar.

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Works inside any app without separate integration or coding required
  • Scans offline with no internet connection needed for core functionality
  • Supports wide range of 1D and 2D barcode formats with fast accuracy
  • All barcode data processed locally on device, not stored on servers

Kekurangan

  • Free version functionality not clearly detailed in description
  • Requires keyboard installation and app permissions on your device
  • Batch scanning speed and accuracy depend on your phone's camera quality
  • REST API and backend features demand technical setup by administrators

Latest Articles